SEPENGGAL KISAH YATIM PIATU PENGHAFAL QUR'AN

patunganbareng.com , 12-November-2020

Rian kerap ia disapa oleh teman-temannya. Tak disangka di usia yang bisa dibilang masih belia, ia sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Menjadi seorang kakak tanpa orang tua, bagi kedua adiknya yang masih kecil sangatlah tidak mudah. Ia harus bersikap lebih dewasa dibanding teman-teman sebayanya.

Seperti anak pada umumnya, iapun masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Meski ibu dan ayah telah menghadap Ilahi,ia tetap tegar. Bahkan, tak ada raut sedih yang muncul di wajahnya. Ia tau,bahwa Allah lebih sayang kepada kedua orang tuanya. Sebagai bentuk wujud cintanya kepada kedua orang tua, dan ingin menggapai ridho Allah, ia pun memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an.

Merantau ke Jakarta merupakan pengalaman yang sangat membuatnya takut. Bahkan, perjalanan tersebut merupakan pertama kali untuknya pergi menggunakan pesawat. Namun, karena tekat yang sangat besar dalam menggapai mimpi menjadi seorang penghafal Al-Qur’an iapun memberanikan diri. 

Home    >    Artikel    >   SEPENGGAL KISAH YATIM PIATU PENGHAFAL QUR'AN

SEPENGGAL KISAH YATIM PIATU PENGHAFAL QUR'AN

patunganbareng.com , 12-November-2020

Rian kerap ia disapa oleh teman-temannya. Tak disangka di usia yang bisa dibilang masih belia, ia sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Menjadi seorang kakak tanpa orang tua, bagi kedua adiknya yang masih kecil sangatlah tidak mudah. Ia harus bersikap lebih dewasa dibanding teman-teman sebayanya.

Seperti anak pada umumnya, iapun masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Meski ibu dan ayah telah menghadap Ilahi,ia tetap tegar. Bahkan, tak ada raut sedih yang muncul di wajahnya. Ia tau,bahwa Allah lebih sayang kepada kedua orang tuanya. Sebagai bentuk wujud cintanya kepada kedua orang tua, dan ingin menggapai ridho Allah, ia pun memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an.

Merantau ke Jakarta merupakan pengalaman yang sangat membuatnya takut. Bahkan, perjalanan tersebut merupakan pertama kali untuknya pergi menggunakan pesawat. Namun, karena tekat yang sangat besar dalam menggapai mimpi menjadi seorang penghafal Al-Qur’an iapun memberanikan diri.