Bantu Ian Dalam Penyembuhan Penyakit Ganasnya

Terkumpul
Rp 20.000
Target Donasi
Rp 1.000.000
Donatur
2
Sisa hari

Penggalang Dana

Rossalia Maulida Zakiyah
Akun terverifikasi

Tiga penyakit ganas yang dideritanya, tak sedikit pun menyurutkan semangatnya.

 

 

Adriansyah atau yang kerap disapa Ian merupakan sosok anak yang tangguh meski rasa sakit selalu menyiksanya. Ian lahir di Ambon, namun kini Ia dan keluarga tinggal di Sulawesi. Memiliki mimpi-mimpi yang besar, membuatnya selalu bersemangat dalam belajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi. Sebagai seorang kakak, Ia selalu membantu Ibunya dalam menjaga adiknya. Usianya kini menginjak 13 tahun. Jalan kehidupan Ian berbeda dengan teman-teman sebayanya.

 

 

Di tahun 2016, badan Ian selalu panas di setiap malam bahkan perutnya membesar. Keluarganya dengan sigap membawanya ke Rumah Sakit, agar dapat langsung diperiksa oleh dokter. Ketika hasil pemeriksaan keluar, Ian harus tabah menerima kabar yang disampaikan oleh dokter terkait kondisinya. Ia didiagnosa Leukimia ( Kanker Darah). Rangkaian pengobatan harus dilaluinya. Alhamdulillah Ian mampu melewati itu semua. Di tahun 2018, ia sudah bisa terbebas dari rangkaian pengobatan yang menyakitkan. Ia pun dapat melakukan aktivitas seperti teman-teman lainnya.

 

 

Awal Desember 2020 menjadi hari bersejarah baginya. Kondisi Ian tiba-tiba memburuk. Ia kejang-kejang bahkan sering pingsan mendadak. Karena khawatir akan kondisi Ian, keluarganya langsung membawanya ke Rumah Sakit. Lagi-lagi, kabar kurang baik harus Ian terima dengan lapang dada. Ia didiagnosa Hidrosefalus, kepala Ian dipenuhi oleh cairan. Dokter dengan tegas menyampaikan bahwa Ian harus menjalani operasi di bagian kepala dengan segera. Meski ada rasa takut, namun Ian memberanikan diri untuk melalui operasi tersebut. Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar.

 

 

Tak berhenti disitu, di awal bulan februari 2021 kondisi Ian semakin melemah. Leher bagian belakangnya sering terasa sakit bahkan kakinya melemas hingga membuatnya tak dapat berjalan. Karena tak ingin terjadi apa-apa dengan Ian. Dengan secepat mungkin membawa Ian ke Rumah Sakit. Untuk ketiga kalinya, kabar kurang baik harus Ian terima. Ia didiagnosa Tumor Otak Kecil. Seperti batu yang menghujam bertubi-tubi, kabar tersebut membuat keluarganya melemah. Belum lagi posisi tumor tersebut yang berada di area yang berbahaya, membuat dokter belum bisa melakukan tindakan untuk saat ini.

 

 

Meski dengan segala sakit yang dirasakan, Ian tetap semangat menjalani hidupnya. Ian selalu berkata “Allah sayang sama Ian. Bukti Allah sayang sama Ian adalah dengan memberikan ujian berupa penyakit”. Untuk mencapai pada titik kesembuhan, Ian harus melewati rangkaian pengobatan. Yang mana dalam pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang tentunya tidak sedikit. Tentunya Ian pun ingin bisa sehat kembali, agar dapat belajar di sekolah bersama teman-temannya dan menggapai segala mimpi-mimpinya.

 

 

Kondisi Ian semakin mengkhawatirkan, Ian harus keluar-masuk ruang ICU untuk mendapatkan pertolongan. Ayo! bantu Ian dalam menggapai kesembuhan, dengan memberikan harta terbaikmu untuk pengobatan Ian. Jangan sampai mimpi Ian untuk sembuh hanyalah sebuah angan-angan yang tak dapat diwujudkan.

 

 

#sobatpeduli dapat menyalurkan donasi terbaiknya dengan cara :

1. Klik "donasi sekarang"

2. Masukkan data pribadi

3. Masukkan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran. Bisa melalui transfer bank BNI/ Mandiri/ BRI, Gopay

5. Dapatkan laporan via email

6. Informasi lebih lanjut : Ocha ( 0858-9992-5268)

Rp 5.000
Daddy bilqis
-
2021-04-07 07:10:39
Rp 15.000
Bilqis viola
Semoga cepet sembuh yaaa
2021-04-07 06:28:56


Home    >   bersamaocha


Bantu Ian Dalam Penyembuhan Penyakit Ganasnya

Terkumpul
Rp 20.000
Target Donasi
Rp 1.000.000
Donatur
2
Sisa hari

Penggalang Dana

Rossalia Maulida Zakiyah
Akun terverifikasi

Deskripsi


Tiga penyakit ganas yang dideritanya, tak sedikit pun menyurutkan semangatnya.

 

 

Adriansyah atau yang kerap disapa Ian merupakan sosok anak yang tangguh meski rasa sakit selalu menyiksanya. Ian lahir di Ambon, namun kini Ia dan keluarga tinggal di Sulawesi. Memiliki mimpi-mimpi yang besar, membuatnya selalu bersemangat dalam belajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi. Sebagai seorang kakak, Ia selalu membantu Ibunya dalam menjaga adiknya. Usianya kini menginjak 13 tahun. Jalan kehidupan Ian berbeda dengan teman-teman sebayanya.

 

 

Di tahun 2016, badan Ian selalu panas di setiap malam bahkan perutnya membesar. Keluarganya dengan sigap membawanya ke Rumah Sakit, agar dapat langsung diperiksa oleh dokter. Ketika hasil pemeriksaan keluar, Ian harus tabah menerima kabar yang disampaikan oleh dokter terkait kondisinya. Ia didiagnosa Leukimia ( Kanker Darah). Rangkaian pengobatan harus dilaluinya. Alhamdulillah Ian mampu melewati itu semua. Di tahun 2018, ia sudah bisa terbebas dari rangkaian pengobatan yang menyakitkan. Ia pun dapat melakukan aktivitas seperti teman-teman lainnya.

 

 

Awal Desember 2020 menjadi hari bersejarah baginya. Kondisi Ian tiba-tiba memburuk. Ia kejang-kejang bahkan sering pingsan mendadak. Karena khawatir akan kondisi Ian, keluarganya langsung membawanya ke Rumah Sakit. Lagi-lagi, kabar kurang baik harus Ian terima dengan lapang dada. Ia didiagnosa Hidrosefalus, kepala Ian dipenuhi oleh cairan. Dokter dengan tegas menyampaikan bahwa Ian harus menjalani operasi di bagian kepala dengan segera. Meski ada rasa takut, namun Ian memberanikan diri untuk melalui operasi tersebut. Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar.

 

 

Tak berhenti disitu, di awal bulan februari 2021 kondisi Ian semakin melemah. Leher bagian belakangnya sering terasa sakit bahkan kakinya melemas hingga membuatnya tak dapat berjalan. Karena tak ingin terjadi apa-apa dengan Ian. Dengan secepat mungkin membawa Ian ke Rumah Sakit. Untuk ketiga kalinya, kabar kurang baik harus Ian terima. Ia didiagnosa Tumor Otak Kecil. Seperti batu yang menghujam bertubi-tubi, kabar tersebut membuat keluarganya melemah. Belum lagi posisi tumor tersebut yang berada di area yang berbahaya, membuat dokter belum bisa melakukan tindakan untuk saat ini.

 

 

Meski dengan segala sakit yang dirasakan, Ian tetap semangat menjalani hidupnya. Ian selalu berkata “Allah sayang sama Ian. Bukti Allah sayang sama Ian adalah dengan memberikan ujian berupa penyakit”. Untuk mencapai pada titik kesembuhan, Ian harus melewati rangkaian pengobatan. Yang mana dalam pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang tentunya tidak sedikit. Tentunya Ian pun ingin bisa sehat kembali, agar dapat belajar di sekolah bersama teman-temannya dan menggapai segala mimpi-mimpinya.

 

 

Kondisi Ian semakin mengkhawatirkan, Ian harus keluar-masuk ruang ICU untuk mendapatkan pertolongan. Ayo! bantu Ian dalam menggapai kesembuhan, dengan memberikan harta terbaikmu untuk pengobatan Ian. Jangan sampai mimpi Ian untuk sembuh hanyalah sebuah angan-angan yang tak dapat diwujudkan.

 

 

#sobatpeduli dapat menyalurkan donasi terbaiknya dengan cara :

1. Klik "donasi sekarang"

2. Masukkan data pribadi

3. Masukkan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran. Bisa melalui transfer bank BNI/ Mandiri/ BRI, Gopay

5. Dapatkan laporan via email

6. Informasi lebih lanjut : Ocha ( 0858-9992-5268)

Kabar Terbaru

Daftar Donatur ( 2 )

Rp 5.000
Daddy bilqis
-
2021-04-07 07:10:39
Rp 15.000
Bilqis viola
Semoga cepet sembuh yaaa
2021-04-07 06:28:56