Bersama EXO-L Bantu Ian Penderita Leukimia, Hidrosefalus, dan Tumor Otak

Terkumpul
Rp 5.000
Target Donasi
Rp 50.000.000
Donatur
1
Sisa hari

Penggalang Dana

exo fanspage
Akun terverifikasi

Halo #SobatPeduli kami dari EXO-L yang merupakan fans dari boyband asal Korea yaitu EXO ingin mengajak sobat semua membantu Ian seorang anak yang tabah dalam menghadapai penyakit leukimia, hidrosefalus, dan tumor otak yang dideritanya. Dalam berjuang melawan ketiga penyakit tersebut, Ian harus melakukan rangkaian pengobatan yang menyakitkan dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Ayo salurkan bantuan sobat semua dalam biaya pengobatan Ian

 

 

" Tanda Allah sayang dengan saya adalah Allah beri penyakit leukimia, hidrosefalus, dan tumor otak.  Dan saya yakin saya pasti sembuh"
- Andriansyah (13 tahun)

 

 

Ardiansyah atau yang kerap disapa Ian adalah sosok anak yang selalu tampil riang gembira di setiap harinya. Ian lahir di Ambon, namun ia dan keluarganya memutuskan untuk merantau ke Sulawesi. Ia anak pertama dari tiga bersaudara, dan ia memiliki cita-cita yang mulia, yaitu ingin menjadi seorang ustadz. Ia merupakan anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, ia kerap membantu Ibu, serta menjaga adik-adik di saat Ibu sedang sibuk. Kini usianya sudah menginjak 13 tahun, dan ia tengah belajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi.

 

 

Dibalik wajah cerianya itu, ia kerap merasakan sakit luar biasa akibat penyakit yang dideritanya. Semua dimulai sejak tahun 2016. Disaat ia sedang menikmati dunia anak-anaknya, kabar tak baik menghampirinya. Ia dinyatakan mengidap kanker darah atau biasa disebut Leukimia. Rangkain pengobatan dilaluinya dengan ikhlas dan sabar, hingga akhirnya di tahun 2018 ia sudah bisa berhenti melakukan segala pengobatan. Dan ia bisa beraktivitas seperti teman-teman sebayanya. Mulai dari belajar ke sekolah hingga membantu Ibu di rumah.

 

 

Namun, di awal Desember 2020 tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa hingga membuatnya kejang-kejang bahkan pingsan secara tiba-tiba. Keluarganya dengan sigap membawanya ke Rumah Sakit. Akhirnya setelah diperiksa oleh dokter ia di diagnosa Hidrosefalus sehingga harus menjalani operasi di kepalanya. Di tanggal 18 Desember 2020, operasi berjalan lancar dan Ian pun memberikan perkembangan yang baik.

 

 

Kisah perjalanan hidupnya tak berhenti disitu. Di awal bulan Februari 2021, ia merasakan tegang leher bagian belakang, lemas kaki, dan tangan hingga tidak bisa berjalan. Di tanggal 04 Februari 2021, ia di diagnosa tumor fossa posterior atau yang biasa dikenal tumor otak kecil. Karena tumor yang diidapnya memiliki resiko yang besar, dokter bedah tak berani untuk mengambil sampel dari tumor tersebut, karena dapat membahayakan Ian.

 

Saat orang-orang disekitarnya merasakan kesedihan yang amat mendalam. Tapi tidak dengan Ian. Meski kini kondisi Ian tidak mampu lagi berjalan, dudukpun tidak bisa, untuk berbicarapun terasa kaku, kaki yang semakin hari semakin nyeri, dan gerakkan badan pun suka reflex tanpa Ian perintah.

Ian adalah salah satu contoh dari ribuan anak penderita kanker di Indonesia. Tentunya harapan mereka satu, yaitu dapat sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya. Sehingga mereka dapat menggapai ribuan mimpi yang ingin dicapainya.

 

#sobatpeduli dapat menyalurkan donasi terbaiknya dengan cara :

1. Klik "donasi sekarang"

2. Masukkan data pribadi

3. Masukkan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran. Bisa melalui transfer bank BNI/ Mandiri/ BRI, Gopay

5. Dapatkan laporan via email

6. Informasi lebih lanjut : Ocha ( 0858-9992-5268)

Rp 5.000
Anonim
-
2021-03-18 16:27:14


Home    >   exobantukanker


Bersama EXO-L Bantu Ian Penderita Leukimia, Hidrosefalus, dan Tumor Otak

Terkumpul
Rp 5.000
Target Donasi
Rp 50.000.000
Donatur
1
Sisa hari

Penggalang Dana

exo fanspage
Akun terverifikasi

Deskripsi


Halo #SobatPeduli kami dari EXO-L yang merupakan fans dari boyband asal Korea yaitu EXO ingin mengajak sobat semua membantu Ian seorang anak yang tabah dalam menghadapai penyakit leukimia, hidrosefalus, dan tumor otak yang dideritanya. Dalam berjuang melawan ketiga penyakit tersebut, Ian harus melakukan rangkaian pengobatan yang menyakitkan dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Ayo salurkan bantuan sobat semua dalam biaya pengobatan Ian

 

 

" Tanda Allah sayang dengan saya adalah Allah beri penyakit leukimia, hidrosefalus, dan tumor otak.  Dan saya yakin saya pasti sembuh"
- Andriansyah (13 tahun)

 

 

Ardiansyah atau yang kerap disapa Ian adalah sosok anak yang selalu tampil riang gembira di setiap harinya. Ian lahir di Ambon, namun ia dan keluarganya memutuskan untuk merantau ke Sulawesi. Ia anak pertama dari tiga bersaudara, dan ia memiliki cita-cita yang mulia, yaitu ingin menjadi seorang ustadz. Ia merupakan anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, ia kerap membantu Ibu, serta menjaga adik-adik di saat Ibu sedang sibuk. Kini usianya sudah menginjak 13 tahun, dan ia tengah belajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi.

 

 

Dibalik wajah cerianya itu, ia kerap merasakan sakit luar biasa akibat penyakit yang dideritanya. Semua dimulai sejak tahun 2016. Disaat ia sedang menikmati dunia anak-anaknya, kabar tak baik menghampirinya. Ia dinyatakan mengidap kanker darah atau biasa disebut Leukimia. Rangkain pengobatan dilaluinya dengan ikhlas dan sabar, hingga akhirnya di tahun 2018 ia sudah bisa berhenti melakukan segala pengobatan. Dan ia bisa beraktivitas seperti teman-teman sebayanya. Mulai dari belajar ke sekolah hingga membantu Ibu di rumah.

 

 

Namun, di awal Desember 2020 tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa hingga membuatnya kejang-kejang bahkan pingsan secara tiba-tiba. Keluarganya dengan sigap membawanya ke Rumah Sakit. Akhirnya setelah diperiksa oleh dokter ia di diagnosa Hidrosefalus sehingga harus menjalani operasi di kepalanya. Di tanggal 18 Desember 2020, operasi berjalan lancar dan Ian pun memberikan perkembangan yang baik.

 

 

Kisah perjalanan hidupnya tak berhenti disitu. Di awal bulan Februari 2021, ia merasakan tegang leher bagian belakang, lemas kaki, dan tangan hingga tidak bisa berjalan. Di tanggal 04 Februari 2021, ia di diagnosa tumor fossa posterior atau yang biasa dikenal tumor otak kecil. Karena tumor yang diidapnya memiliki resiko yang besar, dokter bedah tak berani untuk mengambil sampel dari tumor tersebut, karena dapat membahayakan Ian.

 

Saat orang-orang disekitarnya merasakan kesedihan yang amat mendalam. Tapi tidak dengan Ian. Meski kini kondisi Ian tidak mampu lagi berjalan, dudukpun tidak bisa, untuk berbicarapun terasa kaku, kaki yang semakin hari semakin nyeri, dan gerakkan badan pun suka reflex tanpa Ian perintah.

Ian adalah salah satu contoh dari ribuan anak penderita kanker di Indonesia. Tentunya harapan mereka satu, yaitu dapat sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya. Sehingga mereka dapat menggapai ribuan mimpi yang ingin dicapainya.

 

#sobatpeduli dapat menyalurkan donasi terbaiknya dengan cara :

1. Klik "donasi sekarang"

2. Masukkan data pribadi

3. Masukkan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran. Bisa melalui transfer bank BNI/ Mandiri/ BRI, Gopay

5. Dapatkan laporan via email

6. Informasi lebih lanjut : Ocha ( 0858-9992-5268)

Kabar Terbaru

Daftar Donatur ( 1 )

Rp 5.000
Anonim
-
2021-03-18 16:27:14